Parceiros

Estatisticas do Site

PUBLICIDADE

Super Ofertas

Diberdayakan oleh Blogger.

Pedidos

    • Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?




    Hasil gambar untuk sapi po kebumen- Setelah melalui berbagai tahapan, Kabupaten Kebumen akhirnya ditetapkan sebagai perwilayahan sumber bibit sapi peranakan ongole (PO) di Indonesia. Surat keputusan terkait penetapan itu telah ditandatangani Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman.

    Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kebumen Ir Puji Rahaju, kemarin. Dia menjelaskan, setelah mendapatkan ketetapan dari Kementerian Pertanian, sapi PO Kebumen akan menjadi bibit sapi yang akan disebarkan ke seluruh Indonesia.

    “Kami mesti bangga, karena Kebumen memiliki sumberdaya genetik sapi yang sangat potensial,” ujarnya. Dia menambahkan, pengajuan penetapan itu sebenarnya dilakukan tahun lalu. Tetapi kegiatan perbibitan sudah tahun 2010 dimulai dengan uji performance.

    Kemudian tahun 2012 ditindaklajuti dengan pengembangan kelompok perbibitan, mulai dari tiga kelompok, meningkat di tahun 2013 menjadi enam kelompok dan saat ini menjadi 29 kelompok. Adapun untuk melestarikan sapi PO Kebumen, pihaknya akan terus mengikuti perkembangan kegiatan di 29 kelompok yang tersebar di enam kecamatan itu.

    Kelompok itu akan ditingkatkan dalam rangka penjaringan ternak-ternak yang baik, untuk bisa diamankan di Kebumen. “Nanti jika ada yang lebih baik lagi untuk diambil semen bekunya,” katanya. Sebagai upaya pengendalian keberlangsungan pedet atau calon pejantan (induk) supaya tidak banyak yang keluar daerah, Pemkab Kebumen telah menganggarkan Rp 500 juta sebagai pengamanan sapi PO untuk dibeli pemerintah daerah.

    Hal itu guna mencegah pedet lepas sapih terpilih dijual keluar daerah. Hal itu dapat mengancam keberlanjutan perbibitan, karena tidak tersedianya calon pengganti pejantan (induk) yang berkualitas. “Karena sapi yang ada merupakan sapi masyarakat, sehingga kami tidak bisa mencegah mereka pada saat butuh. Jadi kami sediakan dana talangan Rp 500 juta melalui asosiasi,” imbuhnya.

    Juara Kontes

    Puji Rahaju menyampaikan, kualitas genetik sapi Kebumen telah banyak diakui. Ini terbukti pada waktu kontes sapi potong tingkat Jateng DIY, dari 12 nominasi, sapi Kebumen menyabet tujuh kejuaraan. Antara lain juara I dan II untuk kategori sapi pejantan.

    Ternyata sapi-sapi peserta kontes yang menjadi juara sebagian besar berasal dari keturunan yang sama, yakni keturunan suryolaras, buul di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran yang berasal dari Kebumen.

    “Bahkan sapi pemenang dari Bantul dan Sleman sebenarnya sapinya berasal dari Kebumen yang diambil saat masih kecil atau pedet,” ujar Puji Rahaju menyebutkan saat Pekan Nasional tahun 2014 sumberdaya genetik hewan, Kebumen menjadi juara tingkat Jawa Tengah terkait pelestarian sapi PO Kebumen.

    Selain itu, sapi Kebumen juga masuk uji performance ke BIB Lembang dan BIB Sidomulyo Ungaran. Tahun 2014 dilepas menteri pertanian sebanyak 15 bibit sapi PO Kebumen sebanyak 10 ekor sapi jantan dan lima betina sebagai sumber semen beku. (J19-32/SuaraMerdeka)

    SUMBER: http://www.beritakebumen.info/2015/02/kebumen-jadi-sumber-bibit-sapi-po.html?m=0#ixzz3VGe40xwt








    Sapi Peranakan Ongole (PO) sudah banyak dikenal, karena sebaran populasinya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Khusus untuk sapi PO yang dibudidayakan oleh masyarakat Kab. Kebumen, Provinsi Jawa Tengah mempunyai ciri khas tersendiri dan masyarakat Kebumen menyebut sapi PO Kebumen. Pejantan sapi PO Kebumen mempunyai performans yang lebih besar dibanding dengan sapi PO pada umumnya, bobotnya dapat mencapai 800 – 1.000 kg/ekor. Pada sapi induknya setelah dewasa dapat tumbuh besar hampir sama dengan sapi pejantan, sehingga bagi orang awam, bila melihat sapi induk  PO Kebumen dewasa induk bisa dianggap sebagai pejantan.
    Sapi PO Kebumen mempunyai ciri khas antara lain, bentuk kepala agak melengkeng (“bekem”), gelambirnya  tebal berlipat-lipat membentuk garis lurus tidak putus mulai dari dagu sampai ke ambing, Jantan dan betina berpunuk (ngembang turi), ekor panjang sampai dibawah lutut dengan warna bulu ekor berwarna hitam, moncong rata atau “papag” berwarna hitam , kelopak mata besar dengan bulu mata berwarna hitam.
    Keunggulan kuantitatif sapi PO Kebumen ditunjukkan dengan tingginya ukuran tubuh (tinggi pundak, panjang badan dan lingkar dada) sapi PO Kebumen yang dapat memenuhi atau bahkan lebih tinggi dibanding ukuran tubuh sapi PO klas 1 Standar Nasional (SNI) yang dikelurakan Kementerian Pertnaian.

    Tabel  1. Ukuran tubuh sapi PO Kebumen dan SNI sapi PO
    No
    Umur (bl)
    Parameter
    Sapi PO Kebumen
    Sapi PO SNI
    1
    ≤24
    LD (cm)
    149,83 
    143
    TP (cm)
    130,09 
    116
    PB (cm)
    125,48 
    123
    2
    > 24
    LD (cm)
    162,00 
    153
    TP (cm)
    136,32 
    126
    PB (cm)
    137,50 
    135
    Sumber: diolah dari Subiharta et al 2012;
    LD = Lingkar Dada; TP = Tinggi Pundak; PB = Panjang Badan



     ...bobot dan tinggi badannya di atas rata-rata...dan harga lebih tinggi dari jenis sapi lain"Kebumen (ANTARA News) - Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mengembangkan peternakan sapi peranakan ongole (PO) sebagai komoditas unggulan terutama di kawasan Urut Sewu.




    Hasil gambar untuk sapi po kebumen
    Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen Pudjirahaju di Kebumen, Jumat mengatakan, sekitar 98 persen dari kira-kira 98.000 ekor sapi di daerah itu jenis PO.

    "Sebagian besar dipelihara oleh para peternak di wilayah Urut Sewu yang meliputi Kecamatan Mirit hingga Puring, ke depannya ditargetkan sepanjang wilayah itu," katanya.

    Pihaknya mengembangkan program pembibitan sapi PO dengan dipusatkan di tiga desa setempat yakni Tanggulangain (Kecamatan Kliring), Brecong (Bulus Pesantren), dan Karangreja (Petanahan).

    Ia mengharapkan, program itu meningkatkan kesejahteraan terutama para peternak PO di daerah selatan Jateng tersebut.

    Data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen pada 2012, terdapat 630 kelompok ternak yang terdiri atas kelompok tani ternak dan kelompok wanita tani ternak.

    Pada 2012, Pemkab Kebumen mendapatkan alokasi APBD Provinsi Jateng sebesar Rp7,9 miliar untuk program pembibitan sapi, itik, dan kambing melalui 55 kelompok ternak setempat.

    Belum lama ini, sejumlah pihak terkait menandatangani nota kesepahaman terkait dengan pendampingan pembibitan sapi PO Kebumen, dengan disaksikan Bupati Kebumen Buyar Winarso.

    Penandatanganan nota kesepahaman itu oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen Pudjirahaju, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng Witono, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Jateng Tri Sudaryono, dan Kepala Balai Loka Penelitian Sapi Grati Pasuruan Jawa Timur Maryono.

    Pada kesempatan itu peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Pemprov Jateng Subiharta menilai, sapi PO Kebumen unggul dan layak untuk program pembibitan.

    "Selain bobot dan tinggi badannya di atas rata-rata, hasil uji darah menunjukkan kedekatan dengan jenis PO mencapai 68 persen, selain itu sapi betina PO Kebumen telah berpunuk sejak lahir, dan harga lebih tinggi dari jenis sapi lain," katanya.

    Ia menjelaskan tentang tujuan pembibitan sapi PO Kebumen antara lain menyediakan bibit sapi yang bersertifikat dan sesuai dengan kaidah pembibitan, serta mendukung upaya menjadikan sapi PO Kebumen sebagai sapi lokal Indonesia.

    Selain itu, katanya, terbentuk kelembagaan pembibitan sapi PO Kebumen yang maju dan mandiri sehingga meningkatkan kesejahteraan peternak.

    Bahkan, katanya, sapi PO Kebumen bisa menjadi ikon sapi lokal berkualitas dengan pembibitan di Kebumen, baik tingkat Jateng maupun nasional.

    "Saat ini Balai Inseminasi Buatan Singosari Jawa Timur telah memesan bibit sapi OP Kebumen. Hasil evaluasi tingkat nasional memang jenis sapi PO Kebumen dinilai terbaik dan dijadikan percontohan nasional," katanya. (M029/M019)
    Editor: B Kunto Wibisono
    COPYRIGHT © ANTARA 2012


    KEBUMEN - Kontes Ternak Sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen Tahun 2014 digelar di Lapangan Desa Tambakprogaten Kecamatan Klirong Kabupaten kebumen, Kamis (18/9). Kurang lebih 102 ekor sapi milik peternak di wilayah Urutsewu yakni meliputi Kecamatan Klirong, Puring, Ambal, Mirit, Buluspesantren, dan Petanahan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kontes dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap penyisihan pada 9 – 17 September 2014 dan tahap final 18 September 2014. Kategori yang dilombakan adalah kategori Anak (jantan dan betina), Bibit (jantan dan betina), Pejantan, dan Induk. Tema yang diusung pada Kontes kali ini adalah Pelestarian dan Pengembangan Sapi PO Kebumen Mendukung Terwujudnya Kemandirian dan Kedaulatan Pangan di Jawa Tengah.
    Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Ir Whitono MSi kegiatan Kontes Ternak Sapi PO Kebumen Tahun 2014 ini bertujuan mengapresiasi kelompok pembibitan ternak yang sudah melakukan pengelolaan ternak dengan baik, sehingga menghasilkan bibit ternak yang berkualitas sesuai dengan kriteria bibit. Selain itu juga Memotivasi dan menstimulasi peternak untuk lebih serius lagi dalam mengelola ternaknya dengan menerapkan prinsip-prinsip pembibitan yang baik.
    Whitono mengatakan pembibitan sapi PO Kebumen sudah dilakukan peternak sejak tahun 1970 di wilayah Urutsewu. Saat ini kegiatan tersebut mengalami kemajuan yang sangat pesat sekali. Sejumlah 29 klompok pembibitan di wilayah Urutsewu Kebumen saat ini telah menerapkan prinsip-prinsip pembibitan yang baik (good breeding Practice).
    “Kelompok inilah yang saat ini menjadi peserta Kontes Ternak Sapi PO Kebumen Tahun 2014,” katanya.
    Sapi PO Kebumen, menurut Whitono merupakan salah satu dari delapan sumber daya genetik hewan di Jawa Tengah yang sudah ditetapkan menteri pertanian. Untuk itu, konsekuensinya sumber daya genetik hewan ini harus dikelola secara optimal sebagai unggulan Jawa Tengah. Pengelolaan sumber daya genetik ini tidak mungkin berhasil tanpa adanya kerjasama yang baik diantara stakeholder baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan instansi terkait.
    Whitono mengatakan usaha peternakan sapi PO Kebumen sangat prospektif dan bisa meningkatkan pendapatan peternak, sehingga harus dikelola sesuai prinsip-prinsip pembibitan yang baik dan benar. Banyak orang dari daerah lain yang tertarik dengan sapi PO Kebumen, sehingga agar populasinya tidak menurun harus dijaga dengan baik.
    Pemasaran melalui satu pintu juga harus dilakukan sehingga bisa untuk mengendalikan populasi sapi PO Kebumen.
    “Kami harapkan agar sapi-sapi ini jangan kemudian dikeluarkan semua. Perlu kita kelola secara baik, kita hitung berapa yang bisa kita keluarkan dan berapa yang harus dikelola agar pembibitan bisa berlangsung dengan baik. Jangan nanti tergiur dengan harga yang mahal, kemudian terjual semua dan terjadi penurunan populasi. Kami harapkan agar nanti diperhitungkan dengan baik terkait dengan balance populasi,” ucapnya.
    Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH kagum saat menyaksikan sapi-sapi yang mengikuti Kontes. Menurutnya sapi PO Kebumen potensinya sangat dahsyat, untuk itu melalui kontes tersebut diharapkan dapat mengangkat produk sapi lokal.
    “Sapi PO Kebumen dahsyat. Bayangin aja itu belum ada tiga tahun udah gedenya segitu. Hamper 8 kwintal,” ucapnya.
    Ganjar mengatakan sebenarnya kita mampu untuk memproduksi dan memelihara dari produk lokal sendiri. Maka pembibitan sapi PO Kebumen menurutnya harus harus tarsus didorong dengan memberikan insentif. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip pembibitan yang baik dan benar juga perlu diberikan kepada peternak agar bisa membudidayakan dengan benar dan hasilnya bagus.
    “Program insentif sudah ada, kalau bisa akan kita tambah,” katanya.
    (Humas Jateng)


Top