KEBUMEN - Kontes Ternak Sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen Tahun 2014 digelar di Lapangan Desa Tambakprogaten Kecamatan Klirong Kabupaten kebumen, Kamis (18/9). Kurang lebih 102 ekor sapi milik peternak di wilayah Urutsewu yakni meliputi Kecamatan Klirong, Puring, Ambal, Mirit, Buluspesantren, dan Petanahan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kontes dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap penyisihan pada 9 – 17 September 2014 dan tahap final 18 September 2014. Kategori yang dilombakan adalah kategori Anak (jantan dan betina), Bibit (jantan dan betina), Pejantan, dan Induk. Tema yang diusung pada Kontes kali ini adalah Pelestarian dan Pengembangan Sapi PO Kebumen Mendukung Terwujudnya Kemandirian dan Kedaulatan Pangan di Jawa Tengah.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Ir Whitono MSi kegiatan Kontes Ternak Sapi PO Kebumen Tahun 2014 ini bertujuan mengapresiasi kelompok pembibitan ternak yang sudah melakukan pengelolaan ternak dengan baik, sehingga menghasilkan bibit ternak yang berkualitas sesuai dengan kriteria bibit. Selain itu juga Memotivasi dan menstimulasi peternak untuk lebih serius lagi dalam mengelola ternaknya dengan menerapkan prinsip-prinsip pembibitan yang baik.
Whitono mengatakan pembibitan sapi PO Kebumen sudah dilakukan peternak sejak tahun 1970 di wilayah Urutsewu. Saat ini kegiatan tersebut mengalami kemajuan yang sangat pesat sekali. Sejumlah 29 klompok pembibitan di wilayah Urutsewu Kebumen saat ini telah menerapkan prinsip-prinsip pembibitan yang baik (good breeding Practice).
“Kelompok inilah yang saat ini menjadi peserta Kontes Ternak Sapi PO Kebumen Tahun 2014,” katanya.
Sapi PO Kebumen, menurut Whitono merupakan salah satu dari delapan sumber daya genetik hewan di Jawa Tengah yang sudah ditetapkan menteri pertanian. Untuk itu, konsekuensinya sumber daya genetik hewan ini harus dikelola secara optimal sebagai unggulan Jawa Tengah. Pengelolaan sumber daya genetik ini tidak mungkin berhasil tanpa adanya kerjasama yang baik diantara stakeholder baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan instansi terkait.
Whitono mengatakan usaha peternakan sapi PO Kebumen sangat prospektif dan bisa meningkatkan pendapatan peternak, sehingga harus dikelola sesuai prinsip-prinsip pembibitan yang baik dan benar. Banyak orang dari daerah lain yang tertarik dengan sapi PO Kebumen, sehingga agar populasinya tidak menurun harus dijaga dengan baik.
Pemasaran melalui satu pintu juga harus dilakukan sehingga bisa untuk mengendalikan populasi sapi PO Kebumen.
“Kami harapkan agar sapi-sapi ini jangan kemudian dikeluarkan semua. Perlu kita kelola secara baik, kita hitung berapa yang bisa kita keluarkan dan berapa yang harus dikelola agar pembibitan bisa berlangsung dengan baik. Jangan nanti tergiur dengan harga yang mahal, kemudian terjual semua dan terjadi penurunan populasi. Kami harapkan agar nanti diperhitungkan dengan baik terkait dengan balance populasi,” ucapnya.
Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH kagum saat menyaksikan sapi-sapi yang mengikuti Kontes. Menurutnya sapi PO Kebumen potensinya sangat dahsyat, untuk itu melalui kontes tersebut diharapkan dapat mengangkat produk sapi lokal.
“Sapi PO Kebumen dahsyat. Bayangin aja itu belum ada tiga tahun udah gedenya segitu. Hamper 8 kwintal,” ucapnya.
Ganjar mengatakan sebenarnya kita mampu untuk memproduksi dan memelihara dari produk lokal sendiri. Maka pembibitan sapi PO Kebumen menurutnya harus harus tarsus didorong dengan memberikan insentif. Pengetahuan tentang prinsip-prinsip pembibitan yang baik dan benar juga perlu diberikan kepada peternak agar bisa membudidayakan dengan benar dan hasilnya bagus.
“Program insentif sudah ada, kalau bisa akan kita tambah,” katanya.
(Humas Jateng)
Tidak ada komentar :